ALAT SABLON
SABLON
Dalam proses cetak saring atau sablon, keberhasilan hasil cetak sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap alat dan bahan yang digunakan. Setiap alat memiliki fungsi teknis yang saling berkaitan, mulai dari tahap persiapan desain, pembuatan klise, afdruk screen, proses penyapuan tinta, hingga pengeringan hasil cetak. Oleh karena itu, penguasaan alat dan bahan sablon menjadi dasar penting sebelum mempraktikkan teknik sablon secara langsung.
Alat sablon
Dalam proses cetak saring atau sablon, keberhasilan hasil cetak sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap alat dan bahan yang digunakan. Setiap alat memiliki fungsi teknis yang saling berkaitan, mulai dari tahap persiapan desain, pembuatan klise, afdruk screen, proses penyapuan tinta, hingga pengeringan hasil cetak. Oleh karena itu, penguasaan alat dan bahan sablon menjadi dasar penting sebelum mempraktikkan teknik sablon secara langsung.
Screen merupakan alat utama dalam sablon yang berfungsi sebagai media cetak untuk menyalurkan tinta ke permukaan bahan. Screen terdiri atas bingkai kayu atau aluminium yang dipasangi kain kasa khusus yang disebut mesh atau monyl. Bagian mesh inilah yang menentukan banyak sedikitnya tinta yang keluar serta tingkat ketajaman hasil cetak. Oleh karena itu, pemilihan screen harus disesuaikan dengan jenis bahan, jenis tinta, dan detail desain yang akan dicetak.
Untuk sablon baju atau kaos, screen yang paling cocok umumnya adalah mesh 43T sampai 61T karena pori-porinya lebih besar sehingga mampu mengalirkan tinta lebih banyak. Hal ini penting karena kain memiliki serat dan daya serap tinggi, sehingga membutuhkan lapisan tinta yang cukup tebal agar hasil cetak menutup dengan baik. Jika desain pada kaos memiliki detail lebih halus, dapat digunakan mesh 61T sampai 77T.
Rekomendasi praktis sablon baju
Rubber putih atau warna pekat di kaos gelap: 43T – 55T
Plastisol untuk blok warna: 43T – 61T
Desain kaos umum dengan detail sedang: 61T
Tulisan kecil / detail lebih rapi: 77T
Berbeda dengan sablon baju, sablon pada kertas lebih cocok menggunakan mesh yang lebih halus, yaitu sekitar 77T sampai 120T. Kertas memiliki permukaan yang lebih rata dan tidak memerlukan tinta setebal kain, sehingga screen dengan pori-pori yang lebih rapat akan menghasilkan cetakan yang lebih halus dan rapi. Mesh 77T sampai 90T biasanya digunakan untuk cetak umum pada kertas, seperti poster, undangan, sampul, atau paper bag. Sementara itu, mesh 90T sampai 120T lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan detail tinggi, seperti garis-garis kecil, tulisan halus, dan desain grafis yang rumit.
Rekomendasi praktis untuk kertas
Cetak kertas umum: 77T – 90T
Detail grafis dan tulisan kecil: 90T – 120T
Untuk sablon plastik, screen yang digunakan umumnya hampir sama dengan sablon kertas, yaitu berkisar antara 77T sampai 120T. Plastik memiliki permukaan yang licin dan tidak menyerap tinta, sehingga tinta tidak perlu dikeluarkan terlalu banyak. Jika menggunakan mesh yang terlalu kasar, tinta bisa keluar berlebihan dan menyebabkan hasil cetak meleber atau kurang rapi. Oleh sebab itu, mesh 77T sampai 90T cocok digunakan untuk cetakan plastik umum, seperti kemasan sederhana, map plastik, atau label. Adapun mesh 90T sampai 120T lebih tepat untuk sablon plastik yang memerlukan detail lebih halus, seperti stiker, mika, atau desain kecil yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Rekomendasi praktis untuk plastik
Plastik umum / kemasan sederhana: 77T – 90T
Plastik halus dengan detail kecil: 90T – 120T
Screen atau Bingkai Sablon
Rakel adalah alat dalam sablon yang digunakan untuk mendorong dan menekan tinta agar melewati screen lalu menempel pada permukaan bahan cetak. Rakel biasanya terdiri dari pegangan dan karet rakel. Fungsi utama rakel adalah meratakan tinta, mengatur banyaknya tinta yang keluar, serta membantu menghasilkan cetakan yang rapi dan jelas. Jenis rakel dibedakan dari bentuk dan kekerasan karetnya. Rakel yang lebih lunak cocok untuk tinta tebal dan bahan kain, sedangkan rakel yang lebih keras cocok untuk hasil cetak yang lebih halus dan detail, seperti pada kertas atau plastik.
Cara menggunakan rakel dilakukan dengan meletakkan tinta di atas screen, lalu rakel dipegang dengan posisi miring sekitar 45 derajat. Setelah itu, rakel ditarik atau didorong sambil diberi tekanan yang cukup agar tinta turun melalui bagian screen yang terbuka. Tekanan harus stabil agar hasil cetak merata, tidak terlalu tebal, dan tidak meleber. Setelah satu kali sapuan, screen diangkat secara hati-hati agar hasil sablon tetap rapi. Dengan penggunaan rakel yang benar, hasil cetakan akan lebih tajam, rata, dan sesuai desain.


Material: Karet dan gagang rakel
Fungsi: Menekan dan meratakan tinta sablon
Kegunaan: Cocok untuk sablon kaos, kertas, dan plastik
Rakel sablon berkualitas yang dirancang untuk membantu proses cetak lebih rapi, rata, dan mudah dilakukan. Alat ini berfungsi menekan tinta melewati screen secara merata sehingga hasil sablon lebih jelas dan presisi. Cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan sablon seperti kaos, kertas, plastik, dan media lain. Nyaman digunakan dan pas untuk pemakaian pribadi maupun usaha sablon.
RAKEL
Meja Sablon
Meja sablon adalah meja kerja yang digunakan sebagai alas saat proses pencetakan. Fungsi utamanya adalah menjaga media cetak tetap rata, stabil, dan tidak mudah bergeser. Untuk sablon kain atau kaos, meja biasanya dilengkapi papan landasan agar permukaan bahan tetap tegang. Pada sablon kertas atau plastik, meja datar yang kokoh sudah cukup digunakan.
Fungsi: Alas bantu untuk proses sablon
Kegunaan: Menahan bahan agar tetap stabil saat dicetak
Cocok untuk: Kaos, kain, kertas, dan media sablon lainn


Engsel Catok atau Penjepit Screen
Engsel catok adalah alat penjepit screen yang dipasang pada meja sablon. Fungsinya untuk menahan posisi screen agar tetap stabil ketika dibuka dan ditutup selama proses pencetakan.Alat ini sangat penting terutama pada proses cetak berulang, karena membantu menjaga ketepatan posisi gambar agar hasil cetakan tetap konsisten.
Fungsi: Menjepit dan menahan screen pada meja sablon
Kegunaan: Menjaga posisi screen tetap stabil saat proses cetak
Cocok untuk: Sablon kaos, kertas, plastik, dan media lainnya
Lampu Afdruk atau Sumber Penyinaran
Lampu afdruk digunakan dalam proses pemindahan desain ke screen. Alat ini berfungsi menyinari screen yang telah dilapisi emulsi dan ditempeli film desain. Penyinaran membuat bagian tertentu pada screen mengeras, sementara bagian gambar tetap dapat dicuci dan terbuka. Lampu afdruk dapat berupa lampu khusus, lampu UV, atau sumber cahaya lain dengan intensitas yang sesuai.
Fungsi: Menyinari screen saat proses afdruk
Kegunaan: Membantu memindahkan desain ke screen dengan hasil lebih jelas dan presisi
Cocok untuk: Proses pembuatan screen sablon pada kaos, kertas, plastik, dan media lainnya


Semprotan Air atau Spray Gun
Semprotan air digunakan untuk mencuci screen setelah proses penyinaran. Fungsinya adalah membuka bagian desain yang tidak mengeras agar membentuk pola gambar pada screen. Tekanan air harus cukup kuat untuk membersihkan area gambar, tetapi tidak boleh terlalu keras agar lapisan klise tidak rusak.
Fungsi: Membersihkan screen setelah proses afdruk
Kegunaan: Membuka bagian desain pada screen agar membentuk pola gambar
Cocok untuk: Proses pembuatan screen sablon pada kaos, kertas, plastik, dan media lainnya


Alat Pengering
Alat pengering digunakan untuk membantu proses pengeringan hasil sablon. Bentuknya bisa berupa hair dryer, heat gun, flash dryer, atau alat pemanas khusus. Pengeringan penting agar tinta menempel sempurna pada media cetak dan hasil sablon menjadi lebih awet.
Fungsi: Membantu mengeringkan tinta sablon
Kegunaan: Mempercepat proses pengeringan agar hasil sablon lebih kuat dan awet
Cocok untuk: Sablon kaos, kertas, plastik, dan media lainnya


